Khutbah CINTA 5 PERKARA LUPA 5 PERKARA
اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهْ.
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
اَمَّا بَعْدُ يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
ثَمَّ قَلَ اللهُ تَعَالى فَى الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمْ : ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار
Artinya: Akan datang suatu masa pada umatku, dimana mereka mencintai 5 perkara dan lupa terhadap 5 perkara; pertama: mereka cinta dunia dan melupakan akhirat, kedua :mereka cinta hidup dan melupakan kematian, ketiga: mereka cinta bangunan-bangunan mewah dan melupakan kubur, keempat mereka cinta kepada harta dan melupakan hisab, kelima mereka cinta kepada makhluk dan melupakan Pencipta.
Saudaraku rahima kumullah...!
Jika kita perhatikan masa yang disabdakan Rasul itu cocok dengan masa kita sekarang ini, mengapa? Karena kelima kriteria tersebut sudah datang saat ini.
Yang pertama يحبون الدنيا وينسون الآخرة
Mencintai dunia dan lupa akan akhirat.
Sesuai yg dikabarkan Rasul tersebut, begitu banyak saat ini kita saksikan, manusia hanya mengingat dunia dan dunia saja. Mereka lebih takut (tidak mendapat kesenangan dunia, menderita, kesusahan, dibakar api dunia). Sebagai contoh: diperingati untuk tidak berjalan disuatu tempat karena tempat itu bayak api, betapa besar ungkapan syukurnya kepada yang memberikan nasehat itu.
namun ketika manusia diperingati untuk jangan berjalan kedalam kemaksiatan, ayo menutup aurat, ayo beribadah, ayo kita ke solat jumat kemesjid, jangan berjudi, jangan minum-minuman keras tapi manusia banyak tak peduli, bahkan tidak sedikit dari mereka yang marah bahkan sampai membenci dan memusuhi orang yang mengingatkan nya, hingga dia tetap bersikukuh untuk berjalan ketempat maksiat itu dan akhirnya dia terbakar oleh api akhirat yang panasnya berajuta-juta kali panas dunia. menurut riwayat panasnya api neraka itu jika diletakan bara api neraka sebesar biji cabe maka seluruh tubuh manusia akan mendidih terkelupas saking panasnya. Naudzubillah...
ibarat seeorang yang merantau, maka sudah barang tentu ia akan mengumpulkan dan menabung harta sebanyak banyaknya, agar suatu saat ia pulang kampung, tidak menderita atau mengalami kesulitan selama di kampung.
Allah berfirman
وَلَلاخرة خير لك من الاولى
Sungguh akhirat itu lebih baik bagimu dan lebih utama dibandingkan dengan dunia.
Ayat ini bukan menyuruh kita untuk melupakan dan lari dari kehidupan dunia ini, dan fokus hanya memikirkan akhirat saja. Tetapi ada keseimbangan diantara keduanya.
A'mal lidunyaka kaannaka taisu abadan. Wa'mal li akhiratika kaannaka tamutu gadan
Namun, adakalanya, kita melakukan kegiatan dunia, tetapi nilai yg diperoleh adalah akhirat, bagaimana caranya?? kita jadikan urusan dunia kita ini sebagai jalan untuk menuju akhirat.
Silahkan kita bertani, tetapi karena mencari nafkah keluarga yang diridhai Allah,
silahkan berdagang, tetapi untuk mendapatkan harta yang diridhai Allah,
silahkan berkumpul dengan saudara2 kita, tapi perkumpulan untuk mencari rahmat Allah. silahkan isi hidup dengan kegiatan layaknya manusia yang lain, namun semuanya harus lillahi ta’ala. Bukan karena ambisi ,karena riya, atau karena ingin tenar dan lain sebagainya.
Sesuai dengan do’a yang sering kita baca
ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار
Kita meminta kebaikan di dunia dan kebaikan diakhirat. Jika kehidupan di dunia kita baik dalam mengabdi kepada Allah, maka akhiratpun akan baik. Betapa bahagianya orang yang ketika di dunia dia bahagia dan ketika di akhirat pun sangat bahagia, semoga kita dijadikan dari pd golongan mereka. Insya Allah amin, allahumma amin
Ma’asirol Muslimin sidang jum’at R K
Yang kedua يحبون الحياة وينسون الموت
cinta hidup dan lupa kematian.
Setiap kita pasti yakin bahwa kita akan mati, tidak ada suatu perkara didunia ini yang keyakinan kita melebihi datangnya kematian, karena Allah menjelaskan kullu nafsin zaa iqatul maut
Namun saudaraku..., walaupun manusia yakin dengan kedatangannya, namun sedikit yang menjadikannya pelajaran. Malah banyak orang yang melupakannya, lupa seolah-olah dia tidak akan mati walaupun ia sering melihat kematian seseorang.
Banyak yang terlena dan tertidur pulas, lalu ketika datang kematian baru terbangun dan sadar, sadar dari perbuatan-perbuatannya waktu didunia, disana baru menyesal karena tak sempat mengumpulkan bekal dan mereka berkata ya Tuhan kembalikan kami kedunia, kami pasti akan menjadi orang yang shaleh, kami pasti akan shalat, kami pasti akan zakat, namun permintaan dan penyesalannya tiada arti. Oleh karena itulah mintalah dan menyesallah selagi masih di dunia ini, karena ketika ajal sudah datang penyesalan tiada artinya.
Yang ketiga يحبون القصور وينسون القبور
cinta kepada bangunan yang mewah namun lupa kepada kubur.
Banyak saat ini, manusia berlomba-lomba membanguan rumah yang serba mewah, rumah dibangun sedemikian rupa bak Istana, begitu indah dan menakjubkan. namun lupa membangun rumahnya di akhirat, lupa membangun rumah di kuburannya, rela mengeluarkan uang milyaran rupiah untuk membangun gedung, namun membiarkan rumah Allah terbengkalai.
Padalah semua kemewahan istana yang kita miliki tidak akan pernah bisa membuat hidup kita nyaman dalam kubur. Karena yang akan membuat nyaman dalam kubur adalah ibadah kita. Solat kita, puasa kita, sedekah kita, hafalan quran kita, dan lain sebagainya. Alangkah baiknya apabila kemewahan yang kita miliki, kita jadikan tabungan untuk membangun istana diakhirat. Kita bangun rumah2 ibadah, kita bangun tempat majelis ilmu, dan kepentingan masyarakan yang membutuhkan lainnnya. Sehingga kita tidak lagi menjadi orang yang cinta dengan gedung, namun cinta dengan kubur yang menjadi tempat abadi kita untuk selamanya
Maasirol Muslimin sidang jumat R K
Yang keempat يحبون المال وينسون الحساب
cinta harta dan lupa kepada hari perhitungan.
Kita tidak bisa pungkiri, kalau Manusia memang sangat suka dengan harta, namun jangan dengan kecintaan itu lalu membuat kita lupa bahwa harta kita itu akan di hisab kelak.
Hisab adalah penghitungan dan pertanyaan darimana kita memperoleh, bagaimana cara memperoleh dan kemana kita belanjakan, jika pertanyaan ini bisa dijawab dengan baik dan bisa dipertanggung jawabkan dihadapan Allah maka harta itu pun akan menjadi penolong bagi kita. Namun jika harta itu didapatkan dari jalan haram dari mencuri, berjudi dan sebagainya maka harta itu akan membuat pemiliknya celaka, begitu juga jika harta itu didapatkan dari jalan yang halal namun digunakan untuk sesuatu yang dimurkai Allah maka itupun akan membuat celaka.
Maka ketika kita memperoleh harta yang halal kita gunakan untuk menunaikan kewajiban kita dan mengabdi kepada Allah dengan menafkahi keluarga, membayarkan zakatnya, dan bershodaqoh maka harta itu akan menjadi penolong kita.
Saudaraku, jangan kita menjadi manusia yang aneh.., seperti kebanyakan mereka diluar sana, hanya berdoa, memohon kepada Allah agar diberi kelimpahan harta saja, tapi sangat sedikit orang yang meminta agar ina menjadi orang yang DERMAWAN selalu dibukakan oleh Allah untuk menyumbangkan hartanya kepada Allah dan orang lain dalam keadaan silit ataupun lapang.
Yang kelima يحبون الخلق وينسون الخالق
cinta makhluk dan lupa kepada Pencipta
Sungguh apa yang disabdakan Rasulallah amatlah benar, dizaman sekarang ini manusia kebanyakan hanya mencintai makhluk dan lupa kepada pencipta,
Sangat mencintai anak, isteri saudara, mau mati-matian berkorban dan melakukan apapun untuk anak, namun melupakan pengabdian kepada yang menciptakan mereka.
, sehingga tidak heran terjadi bencana dimana-mana. karena dengan itulah Allah akan membuat manusia ingat kepada-Nya, Jika disuatu negeri juga tidak ada majlis zikir, majlis ilmu dan tak ada yang peduli dengan majlis ini maka turunlah bencana, karena dengan itulah Allah mengingatkan manusia untuk ingat kepadaNya. namun karena didunia ini masih banyak majlis zikir masih banyaak orang-orang yang mengingat Allah hingga akhirnya bencana itupun di tahan oleh Allah. Oleh karena itu marilah kita meramaikan majlis majlis zikir, majlis-majlis ilmu karena Allah akan menurunkan rahmat dan cinta-Nya kepada manusia yang selalu mengingat-Nya.
Rasulallah bersabda
لاتقوم الساعة حتى لايبقى على وجه الارض من يقول الله الله
Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga tidak ada yang tinggal dimuka bumi yang menyebut Allah Allah
Artinya jika didunia masih banyak manusia yang menyebut Allah dan ingat kepada Allah dan menyemarakkan majlis zikir dan majlis ilmu, maka hari kiamat akan ditunda.
Namun perlu kita sadari majlis-majlis semacam ini sangat sepi peminatnya, walaupun majlis ini hanya 1 jam saja, sangat sedikit orang yang ambil bagian didalamnya. Namun majlis lahwi yang disana manusia bermaksiat dan melupakan Allah amat ramai peminatnya, bahkan tanpa diundang manusia berdatangan menghadirinya walaupun majlis itu berjam-jam atau berhari-hari.
Ma’asirol Muslimin sidang jum’at R K
Maka mariah kita merenung sejenak dan meresapi kemudian kita melihat diri kita apakah kita termasuk orang yang digambarkan Nabi dalam haditsnya itu. Jika ia, mari kita semua untuk selalu bertaubat dan memperbaiki diri dengan selalu menyiapkan bekal kita untuk perjalanan kita menuju negri yang kekal,
1. Lebih mencintai akhirat dari dunia, lebih cinta kematian dari kehidupan, 3. Lebih cinta kubur, daripada istana mewah dunia, bila mencari harta selalu memikirkan hari epenghisaban, bila cinta kepada makhluk, nomor satukan yang menciptakan makhluk. Apabila kita telah memilih itu, maka Allah janjikan kita akan mendapatkan keduanya. Amin ya Allah....ya rabbal ‘alamin
dengan selalu sabar dan istiqomah sembari selalu meminta kekuatan dan petunjuk Allah, karena Allahlah yang menggerakkan setiap anggota badaan kita, Allahlah yang menetapkan hati kita, Allahlah yang mengatur semuanya, dan jika kita mendapatkan kenikmatan dari ketaatan kita maka lihatlah siapa yang memberikan nikmat taat itu bukan melihat ketaatan itu hasil usaha kita, jika kita mendapatkan rizki maka lihatlah yang memberikan kita rizki, karena betapapun sedikitnya rizki kalau diberikan oleh yang Maha Besar akan mendapat barokah dari-Nya.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَمَّا بَعْدُ فَيَااَيُّهَا الْحٰضِرُزْنَ. اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
ثَمَّ قَلَ اللهُ تَعَالى فَى الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمْ ( وَالْعَصْرِ ... )
إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلَّونَ عَلَى الَّنِبْيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ....
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ